Diberdayakan oleh Blogger.
.

Gelandangan Malam


posted by Azhar Rijal Fadlillah on ,

No comments

Aku melihat mereka duduk manis di beranda.
Menyapu debu-debu yang berserak di antara dinding tua nan usang.
Sisa pertempuran, senja lalu.
Lalu mereka berlari ke pasar dan kembali membawa beberapa perlengkapan perayaan malam nanti.
Mereka sibuk menata ruang kusam itu menjadi gemerlap lampu malam.
Menyajikan beberapa minuman dan makanan yang menemani pesta.
Dentuman lagu mengaung hingga pekik ditelinga.
Semua larut dalam euforia kemenangan.
Semua larut dalam kepalsuan.

Nampak bagiku hanyalah manusia komunal yang "kehilangan" dirinya.
Bias bersama identitas kelompok.

Aku masih duduk disini, kawan.
Dibawah temaram sinar bulan.
Bersama gelandangan-gelandangan malam.
Menyuarakan harmoni alam yang menuntut pembaharuan.

Wahai gelandangan dunia fasik!
Lantangkanlah suara kalian.
Agar memecah kesunyian malam.
Menggantinya dengan dentuman besar milik kaum-kaum minoritas.
Lupakanlah rasa sakit atas tamparan keras peradaban.
Lepaskanlah......




"aku ingin pergerakan dinamis, bukan kehidupan yang tenang"
 --Leo Tolstoy-- (in the book "Family Happiness")

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...