Diberdayakan oleh Blogger.
.

perayaan atas gelap


posted by Azhar Rijal Fadlillah on

No comments

...sedari dulu, malam memanglah persekutuan sunyi dan rasa sakit.
lengang pada bangku-bangku memanjang,
mematah pada coda sudutnya.
terus begitu hingga malam melipat wajahnya,
hingga pagi dengan semburat jingganya memberangus gelap.
memahat rona asa di biru yang entah,-

kemudian,
kamu letakkan lampion di sudut taman. pendar kemuning.
aku pahat tanpa jeda, bingkainya.
cepat atau lambat, kita harus sadari;
malam memanglah persekutuan sunyi dan rasa sakit.
tempat lapang bagi para pesakit mengadu jerit.

biru,
singgahlah di taman kami, barang sejenak.
ajari kami tentang harap.

retak-gemeretak. sedu-pilu. kepada biru, kami menyatu.
biru yang entah...


Za
Lembang, 29 Mei 2011

Leave a Reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...